Huntara Ayo Gerak Bareng dari Orang-orang Baik Indonesia

Sosial Kemanusiaan, | 27 July 2022 16:33:41

LUMAJANG - Bencana Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2021, tercatat dari data terupdate total rumah rusak akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 1.027 unit. Rinciannya sebanyak 505 unit rumah rusak berat di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kemudian, sebanyak 437 rumah rusak berat dan 58 rusak ringan di Desa Supituriang, Kecamatan Pronojiwo. Sedangkan jumlah warga meninggal dunia tercatat sebanyak 50 jiwa. 

Sejak awal bencana (5/12), Gerak Bareng telah menurunkan tim Rescue untuk membantu evakuasi pencarian jenazah dan evakuasi perabotan warga. Setelah melihat bencana erupsi Gunung Semeru tersebut, Yayasan Gerak Bareng terus melakukan recovery bagi para korban bencana dengan cara menggalang donasi Peduli Semeru. Kami bersyukur dengan penggalangan donasi tersebut, kita bisa bantu pengungsi erupsi semeru dan akhirnya tepat pada hari selasa, 26 Juli 2022, Gerak Bareng telah merampungkan sebanyak 12 unit huntara di lokasi Desa Sumber mujur, Kec. Candipuro, Kab. Lumajang, Jawa Timur.


"Huntara Ayo Gerak Bareng dari orang-orang baik Indonesia", adalah Rumah Masa Depan yang akan teman-teman bawa di akhirat kelak. Dengan 12 Unit Huntara di tahap 1, dan disusul dengan pembangunan Huntara 8 Unit akan jadi ladang amal jariyah teman-teman dan pemberat timbangan kebaikan nantinya. Terimakasih kami Ucapkan kepada Exo-L Indonesia, NCTzen Indonesia, Pika Jamkrindo, Sukabumi Sehati, Puskesmas Kebon Jeruk, Tanya Ministry, Sedekah Jum'at barokah, Pekerja Migran Indonesia di Singapore, ZIS Keluarga Muslim Indonesia, Rumah Al-Fath, Baitusyakirin, dan Jamaah Masjid Baiturrahman serta seluruh donatur Gerak Bareng, Semoga bantuan yang kita salurkan dapat bermanfaat bagi para korban Erupsi Gunung Semeru dan  membantu meringankan beban mereka. Terus tingkatkan rasa Peduli terhadap sesama manusia tanpa memandang apapun.


Jazakumullah khairan katsiran...

Dengan tersedianya huntara saat ini, semoga dapat membahagiakan para penyintas dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.