Warsim dan Orkestrasi Kebaikan

Sosial Kemanusiaan, | 13 April 2020 22:50:22


Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan Gerak Bareng dalam segala kondisi adalah mendampingi pasien duafa. Seperti yang dilakukan kepada Warsim, pengemudi ojek online (ojol) yang kecelakaan. Setelah menjalani operasi otak pada Jumat (13/3), Warsim diperbolehkan pulang ke Brebes untuk rawat jalan. Ada sebuah orkestrasi kebaikan dalam perawatan Warsim ini.

Warsim sudah kembali ke kampung halamannya itu sejak Kamis (19/3) lalu, menggunakan ambulans Gerak Bareng. Sebelumnya Warsim sudah lepas jahitan di kepala dan dinyatakan bagus kondisinya. Untuk rawat jalan, ia bisa meneruskan kontrol ke RSUD Brebes.

Nahas menimpa Warsim pada Senin (9/3). Seperti biasa ia keluar untuk menjemput rezeki. Kejadiannya saat itu pukul dua siang, di area simpang Tegal Rotan, Cilincing, Jakarta Utara. Warsim sedang berusaha putar balik ke kanan, tak dinyana ia ditabrak oleh pengendara motor lain yang melaju kencang. Kepalanya terbentur dan pendarahan. Gerak Bareng membawa Warsim ke RSCM untuk melakukan operasi otak.

 

Seluruh keluarga Warsim tinggal di Brebes. Ia sendirian merantau di ibu kota dan mengontrak di Depok. Selama dirawat di RSCM, ibundanya yang sudah renta setia menemani Warsim. Ada gurat khawatir di mata sang ibu setiap kali menatap putranya. Kekhawatiran akan kemampuan mereka membayar tagihan rumah sakit.

Ya, saat itu Warsim belum berhasil mendaftar BPJS sehingga seluruh pembiayaan harus dilakukan lewat jalur umum. Total tagihan terakhir untuk Warsim adalah sebesar Rp 53.693.905,00. Gerak Bareng menggerakkan para dermawan untuk sama-sama patungan melunasi tagihan itu. Alhamdulillah terkumpul sehingga Warsim bisa pulang.


Kisah Warsim adalah penguat mengapa Gerak Bareng hadir. Karena masih banyak rakyat kecil yang harus didampingi. Untuk merekalah orkestrasi kebaikan harus terlantun, dan Gerak Bareng ingin bertindak sebagai komposernya. Warsim adalah bukti, kebahagiaan akan tersaji jika kita mau berbagi.