Lagi, Gerak Bareng Salurkan 100 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

Sosial Kemanusiaan, | 30 March 2020 22:19:30


JAKARTA-Setelah sukses menyalurkan seratus paket sembako bagi para pengemudi ojek online (ojol) pada Selasa (24/3) lalu, hari ini, Senin (30/3) Gerak Bareng kembali menyalurkan paket sembako gelombang kedua. Tidak hanya memberikan paket sembako, kali ini Gerak Bareng melengkapinya dengan uang saku.


Proses pembagian sembako kali kedua ini berbeda dengan gelombang pertama. Jika sebelumnya sembako dititipkan pada Ketua RT untuk dibagikan pada warganya yang berprofesi sebagai pengemudi ojol, kali ini para pengemudi diundang untuk datang ke Garasi Hijrah.

Sebelum masuk ke Garasi Hijrah, mereka diharuskan untuk masuk ke bilik disinfektan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil potensi penularan virus corona antarorang. Setelah itu, jamuan untuk mereka telah tersaji.

Ya, Gerak Bareng menjamu para pejuang ekonomi keluarga ini dengan nasi kebuli Bang Jek, racikan langsung sang founder, Ahmad Zaki. Jamuan disajikan dengan cara prasmanan, sehingga para pengemudi ojol bisa makan siang bersama, rehat sejenak dari penatnya menyusuri jalanan ibu kota.


Selain nasi kebuli, pada paket sembako kali ini juga ada tambahan berupa hand sanitizer dari konsumen Nu Skin dan komunitas #kikautalk. Tambahan bantuan ini disampaikan oleh Kaukabus Syarqiyah, pembicara nasional, mentor bisnis, dan penulis buku Jago Atur Duit.

Sebagaimana diketahui, pengemudi ojol menjadi salah satu profesi yang terpukul karena merebaknya virus corona di tanah air, khususnya di Jakarta. Kebijakan pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk diam di rumah akhirnya berdampak pada sepinya order ojol. Dengan memberikan bantuan sembako dan uang saku, Gerak Bareng berharap dapat sedikit meringankan beban para pengemudi ojol tersebut.

“Sebenarnya kami ingin memberikan lebih banyak paket, tapi saat ini kemampuan kami baru bisa segitu. Saya dijapri sama beberapa rekan pengemudi ojol yang lain, mereka minta dibagi paketnya juga karena order lagi sepi. Ada satu yang membuat saya sedih, saya dikirimi foto anak-anaknya yang lagi mau makan. Di depan mereka hanya tersaji nasi putih karena tidak bisa beli lauk,” ungkap Ahmad Zaki, pendiri Gerak Bareng.    

Demikianlah, sejatinya bukan hanya corona yang menjadi ujian bagi Indonesia saat ini. Lebih dari itu, bangsa ini sedang diuji solidaritasnya. Banyak yang tumbang bukan hanya karena terdeteksi positif covid 19, lebih dari itu, mereka tumbang karena kehilangan penghasilan. Maka, yuk peduli!