Guru Pun Tak Luput dari Perhatian

Sosial Kemanusiaan, | 03 April 2020 11:02:52


JAKARTA-Selain para pekerja harian, ternyata ada pula profesi lain yang terdampak penjarakan sosial akibat merebaknya corona. Mereka adalah guru ngaji dan guru honorer. Gerak Bareng pun tak luput memperhatikan. Kamis (2/4) lalu, Gerak Bareng menyalurkan paket sembako untuk mereka.

“Sebelumnya kan kami sudah sediakan paket sembako untuk para ojek online. Selanjutnya kami siapkan paket untuk para guru honorer dan guru ngaji. Kemarin baru kita siapkan 100 paket sembako, insyaAllah nanti akan kita siapkan lagi,” terang Direktur Gerak Bareng, Rizki Yansyah.

Para guru tersebut tersebar di tiga sekolah, yaitu SD dan TK Al-Ghifari, MI Al-Islamiyah, dan TPA Al-Ishlah Kebon Nanas. Isi paket yang dibagikan pun sama dengan sebelumnya yang terdiri dari beras, minyak goreng, susu, mi instan, kecap, dan telur.


Meski statusnya adalah guru namun ternyata nasib guru-guru di sekolah tersebut tak sama dengan guru lain pada umumnya. Guru di sekolah negeri cenderung aman karena gajinya sudah disediakan oleh pemerintah. Demikian pula guru di sekolah swasta besar yang gajinya telah tersedia. Gaji guru di TPA dan guru honorer di sekolah swasta marginal tersebut sangat tergantung dengan kehadiran para siswanya.

“Guru honorer di sana dibayar sesuai dengan kedatangan mereka ke sekolah. Dengan diliburkannya sekolah, otomatis mereka tidak mendapatkan bayaran dari sekolah. Begitu pula dengan para guru ngaji,” papar Rizki.


Mayoritas siswa di sekolah dan TPA tersebut berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial. Sekolah Al-Ghifari malah menggratiskan biaya sekolahnya. “Di saat banyak sekolah berbiaya mahal tetapi SDIT Al-Ghifari tetap fokus dengan programnya, yaitu menggratiskan biaya untuk anak-anak yatim dan memberlakukan bayar semampunya untuk anak-anak duafa,” lanjut Rizki.


Orang tua dari para siswa sekolah tersebut banyak yang bekerja serabutan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka belum mampu. Sedangkan anak-anak yatim, kebanyakan ibu  mereka bekerja sebagai buruh cuci atau pembantu rumah tangga.

Sekolah pun memberikan apresiasi atas perhatian dari Gerak Bareng. “Terima kasih, semoga Gerak Bareng makin besar,” ungkap Aida, Guru MI Al-Islamiyah mewakili kepala sekolah. Dirinya pun berpesan, “Teruslah memberikan kemaslahatan untuk masyarakat karena pahala dan keberkahan akan senantiasa mengalir bagi mereka yang memiliki jiwa sosial.”