
Karhutla belum padam. Di beberapa kota, udara sudah berstatus berbahaya. Bantu keluarga terdampak mendapat masker, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar agar tetap bisa bertahan.
KOTA YANG PERLAHAN LUMPUH
Sudah sekitar sebulan asap mengepung Palembang. Jarak pandang kerap kurang dari 50 meter, sekolah beralih ke belajar daring, dan penumpang ojek daring makin sepi. Di Palangka Raya, asap bertahan sejak akhir Juli. Di udara, ribuan penerbangan terganggu.
Ini bukan gangguan sehari-dua hari. Perlahan, kehidupan warga ikut terhenti.

YANG SEDANG TERJADI
Api masih menyala di hutan dan lahan Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Asapnya menyelimuti 26 provinsi dan menyeberang ke negara tetangga. Dalam seminggu saja, satelit merekam puluhan ribu titik panas. Di sejumlah kota, kualitas udara jauh melampaui batas "berbahaya".
Angkanya sulit dibayangkan. Dampaknya mudah dirasakan: dada sesak, batuk yang tak berhenti, dan mata yang perih setiap hari.

YANG PALING RENTAN MENANGGUNGNYA
Di satu puskesmas di Palangka Raya saja, ratusan warga datang dengan ISPA dalam tiga bulan terakhir. Ada yang sampai membutuhkan bantuan oksigen.
Balita, anak sekolah, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan adalah yang paling berisiko. Banyak dari mereka bergantung pada penghasilan harian di luar rumah, dan tidak punya pilihan selain tetap keluar.
PARU-PARU DUNIA SEMAKIN TERANCAM
Hutan Kalimantan dan Sumatra bukan sekadar hamparan pohon. Inilah paru-paru dunia: penyerap karbon, penjaga air, dan rumah bagi satwa yang tak ditemukan di tempat lain.
Kini api merambah ke jantungnya. Kebakaran telah masuk ke kawasan taman nasional, tempat orangutan dan satwa endemik bergantung hidup. Pohon yang tumbuh puluhan tahun bisa hilang dalam hitungan hari, dan butuh waktu sangat lama untuk pulih, bahkan mungkin tak pernah kembali seperti semula.
Satwa yang bergerak lambat tak sempat menyelamatkan diri. Yang berhasil lari kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan. Sementara itu, relawan pemadam di garis depan berjuang dengan air dan peralatan yang terbatas.
Bila hutan ini hilang, yang terdampak bukan hanya mereka yang tinggal di dekatnya. Napas kita semua ikut dipertaruhkan.

APA YANG KITA LAKUKAN BERSAMA
Api sudah melahap hutan. Kini asapnya mengancam napas jutaan orang. Bersama, kita hadir di setiap titik genting:
🔥 Menguatkan relawan pemadam di garis depan
🌳 Menyelamatkan satwa yang kehilangan hutannya
🫁 Melindungi napas anak-anak, lansia, dan keluarga rentan
💧 Memenuhi air bersih dan kebutuhan dasar warga terdampak

BERSAMA, KITA BISA HADIR UNTUK MEREKA
Api memang tidak bisa kita padamkan dari rumah. Tetapi lewat donasi Anda, keluarga terdampak bisa mendapat perlindungan dari asap, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar untuk bertahan, sementara relawan di lapangan tetap kuat bekerja. Semoga setiap kebaikan Anda menjadi amal jariyah yang terus mengalir.