Tunaikan Zakatmu, Tebarkan Kebermanfaatan

Ramadhan, | 30 March 2022 14:49:17

Secara etimologis, zakat berasal dari kata dasar bahasa Arab zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih, baik, dan bertambah. Sedangkan secara terminologis di dalam fikih, zakat adalah sebutan atau nama bagi sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT supaya diserahkan kepada orang-orang yang berhak (mustahiq) oleh orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat (muzakki).

Zakat merupakan ibadah Maliyah ijtima’iyah yang memiliki makna yang fundamental karena selain berkaitan dengan aspek ketuhanan, zakat juga berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Peran zakat dalam kehidupan sosial sangatlah penting. Di antaranya adalah menolong orang yang lemah (mustahik) dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya agar dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah. Tujuan berzakat adalah untuk memberdayakan 8 golongan penerima zakat agar kehidupannya berangsur-angsur membaik. Hal ini tentu dapat menebar kebermanfaatan yang luas, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. 


Terdapat 2 jenis Zakat yang perlu diketahui:

1.     Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun, yaitu saat bulan Ramadhan menjelang Idulfitri. Zakat fitrah harus dibayarkan pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum sholat idul fitri dilaksanakan. Hal inilah yang menjadi pembeda antara zakat fitrah dengan zakat lainnya. Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari.

2.     Zakat Maal

Dalam Undang-Undang (UU) tentang Pengelolaan Zakat Nomor 38 Tahun 1998, pengertian zakat maal adalah bagian dari harta yang disisihkan oleh seorang Muslim atau badan yang dimiliki orang Muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Zakat Maal wajib dikeluarkan ketika syarat zakat terpenuhi. Zakat maal (harta) adalah zakat harta seperti penghasilan, hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil laut, hasil perniagaan, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis penghasilan memiliki perhitungannya sendiri.

Zakat penghasilan adalah salah satu zakat maal yang paling sering dibayarkan yakni setiap kali memperoleh penghasilan. Zakat penghasilan wajib dikeluarkan sebesar 2.5% dari total pendapatan per bulan. Nishab zakat penghasilan senilai dengan emas 85 gram per tahun atau sekitar Rp 6.375.000 per bulan (asumsi harga emas 900.000 per gram). Jadi, apabila teman-teman telah memiliki penghasilan tetap yang jumlahnya telah memenuhi nishab, maka diwajibkan untuk membayar zakat ya.

Dari penjelasan di atas, dapat digarisbawahi bahwa membayar zakat merupakan kewajiban seorang muslim yang sudah memenuhi syaratnya, yakni memiliki harta yang sudah mencapai nishab.

Yayasan Gerak Bareng telah menjadi Mitra Pengelola Zakat (MPZ) sejak 2019. Bayar zakat mudah, cepat dan tepat manfaatnya, ya di Gerak Bareng aja! Tunaikan zakatmu di sini .