Tips Mengatur Keuangan Saat Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Kategori Artikel, | 27 April 2020 09:38:30

Oleh: Akane Ajie, Relawan Gerak Bareng

 

Bulan Ramadhan 1441 Hijriah telah tiba. Namun bulan suci kali ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena masih 'diselimuti' penyebaran virus corona (covid-19). Pandemi covid-19 ini tidak hanya mengganggu faktor kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak yang jauh lebih luas. Salah satunya, perekonomian dunia.

Di Indonesia, pandemi ini juga telah mengubah rutinitas dan gaya hidup banyak orang dalam segala aspek, seperti, pengaturan keuangan. Orang yang mempunyai penghasilan bulanan yang tetap mungkin saja tidak terpengaruh dengan adanya pandemi ini. Namun sayangnya tidak semua orang mempunyai penghasilan bulanan yang tetap.

Lantas, bagaimana nasib mereka yang berpenghasilan harian seperti pengusaha kecil, ojek online atau pun pekerja harian lainnya? Dengan adanya pandemi ini, banyak di antara mereka "gigit jari" karena tidak mempunyai penghasilan. Terlebih lagi kebijakan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak orang harus tinggal di rumah, sehingga peluang mereka untuk mendapatkan penghasilan pun makin kecil.


Selain terbatasnya penghasilan sebagian orang, tantangan lainnya di masa pandemi ini adalah bagaimana mengatur keuangan. Ya, karena masa pandemi ini belum pasti kapan akan berakhir dan kita semua perlu bersiap untuk situasi apa pun yang akan terjadi. Di tambah lagi, bulan Ramadhan biasanya ditandai dengan belanja berlebih, untuk memberikan santapan yang nikmat di saat berbuka.

Namun sayangnya, tak semua orang mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik lantaran belum bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal ini bisa diperparah dengan sifat mudah tergiur diskon. Misalnya, lagi iseng cuci mata di aplikasi belanja online, lalu tiba-tiba melihat barang incaran sedang didiskon. Melihat itu, tiba-tiba kita menjadi tak sabar, langsung beli tanpa berpikir apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak.


Lantas, bagaimana mengatur keuangan di bulan Ramadhan yang bersamaan dengan situasi pandemi seperti saat ini? Pertama, mengevaluasi kembali pengeluaran bulanan. Setiap orang perlu mencatat pengeluaran bulanan dan menandai keperluan yang tidak penting. Misalnya untuk gaya hidup, seperti beli pakaian, hangout, liburan, nge-mall, dan lain sebagainya, sebaiknya pengeluaran seperti ini disisihkan dulu.


Kedua, menentukan skala prioritas pengeluaran. Prioritas yang harus diutamakan adalah untuk kebutuhan pokok, pangan, sandang, dan papan. Pastikan juga ketersediaan pangan atau bahan makanan yang wajib ada di rumah. Misalnya beras, telur, makanan kering, makanan olahan beku, sayur dan buah-buahan, sedapat mungkin diupayakan tersedia di rumah. Semua bahan itu untuk kebutuhan sehari-hari terutama di bulan Ramadhan ini. Kendati demikian, jangan sampai melakukan panic buying, cukup beli seperlunya saja.

Ketiga, alokasikan pengeluarkan untuk membeli produk-produk kebutuhan personal care seperti peralatan mandi, peralatan kebersihan, dan obat-obatan. Selain itu, di tengah situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, mengalihkan sebagian dana (realokasi anggaran) untuk keperluan kesehatan termasuk hal yang mesti diprioritaskan. Caranya dengan membeli produk multivitamin, suplemen nutrisi, masker, handsanitizer, atau sabun antiseptik. Ingat, beli secukupnya saja.


Keempat, tidak melakukan tradisi mudik. Seperti yang kita ketahui, tiap tahun mudik atau kembali ke kampung halaman sudah menjadi tradisi bangsa ini. Namun untuk tahun ini Presiden Jokowi telah mengeluarkan larangan untuk melakukan mudik. Hal ini berlaku bagi semua warga tanpa terkecuali  untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Seharusnya kita dapat memanfaatkan larangan dari Presiden tersebut. Di samping untuk mengurangi penyebaran virus, kita pun bisa berhemat. Karena mudik pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kelima, mencari penghasilan tambahan. Seseorang yang kehilangan penghasilan tetap bisa menyambung hidup berkat keuletannya mencari sumber penghasilan baru. Baik meneruskan bisnis yang terhenti atau memanfaatkan hobi, seperti berjualan barang-barang konsumtif via daring.


Keenam, mengeluarkan sedekah atau zakat. Poin yang satu ini jangan sampai dilupakan di bulan Ramadhan agar makin banyak berkah rezeki yang kita terima. Ingatlah bahwa tak akan berkurang harta yang dikeluarkan untuk sedekah dan zakat, bahkan akan Allah gantikan dengan yang lebih baik.

Siapkan dana khusus untuk bersedekah dan berzakat di bulan Ramadan ini. Pahami juga bahwa zakat berbeda dengan sedekah. Ada dua jenis zakat yang harus ditunaikan setiap muslim, yaitu, zakat fitrah (zakat wajib) dan zakat mal (harta, termasuk di dalamnya penghasilan).

Itulah enam tips yang dapat Sahabat lakukan untuk mengatur keuangan saat Ramadhan di tengah pandemi ini. Jangan lupa juga untuk menyisihkan sebagian, meski kecil, untuk menabung ya. Semoga Allah memudahkan kita menjemput rezekiNya saat pandemi ini. Amin.