The Miraculous Night Journey Isra Miraj 1443 H

Kategori Artikel, | 03 March 2022 22:36:34


Sahabat, Alhamdulillah saat ini kita telah memasuki bulan Rajab yang memiliki makna “keagungan” atau “mulia”. Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan Mulia. Bahkan sebelum Islam datang, peradaban saat itu telah mengharamkan adanya peperangan dan pertumpahan darah dengan alasan apapun pada bulan Rajab ini. Kemuliaan bulan Rajab ini, dipertegas setelah Islam datang dengan banyaknya wahyu Allah serta sabda Nabi Muhammad SAW yang menguatkan bahwa Rajab adalah bulan Mulia.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab adalah peristiwa Isra Miraj yang juga menjadi perintah Allah kepada umat Islam untuk melaksanakan Sholat Fardhu 5 waktu dalam sehari semalam. Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah. “The Miraculous Night Journey” sangat cocok untuk menggambarkan bagaimana peristiwa Isra Miraj terjadi. Peristiwa ini merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha yang ditempuh dalam waktu semalam.

Isra bermakna “perjalanan malam” yang diartikan sebagai perjalanan Rasulullah berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sementara Miraj bermakna “kenaikan” yang diartikan sebagai perjalanan Rasulullah dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha dengan melewati 7 langit. Rasulullah melakukan perjalanan tersebut dengan ditemani oleh Malaikat Jibril dengan menaiki kendaraan bernama Buraq. Buraq adalah hewan yang berwarna putih susu yang lebih kecil dari kuda, tapi lebih besar dari keledai dan bisa terbang.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah menuju langit ke tujuh dan bertemu para Nabi pilihan di setiap lapisan langit yang berbeda. Pada langit pertama, Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua bertemu dengan Nabi dan Nabi Yahya Isa, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa, dan bertemu dengan Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sidratul Muntaha menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah Allah SWT yakni sholat fardhu 5 waktu dalam sehari semalam.

Peristiwa Isra Miraj menjadi bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui segalanya tanpa terbatas ruang dan waktu. Dari peristiwa Isra Miraj ini, tentu banyak pelajaran yang dapat kita ambil loh, Sahabat. Salah satu yang penting adalah pelaksanaan sholat fardhu 5 waktu dalam sehari semalam. Dalam rukun Islam, sholat menjadi rukun kedua setelah kalimat syahadat. Sholat merupakan kewajiban seluruh umat Islam dan termasuk ibadah yang paling vital dan menjadi parameter utama dan pertama ketakwaan seorang hamba Allah. Sholat juga menjadi benteng terakhir pertahanan keislaman seseorang.

Maka Allah-pun berfirman (yang artinya): “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai wasilah penolongmu (dalam segala kepentingan dan urusan). Sungguh shalat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (baik dalam shalat secara khusus, maupun dalam hidup secara umum) (QS. Al-Baqarah: 45).

Oleh sebab itu, sebagai muslim yang baik, mari kita sama-sama meningkatkan ibadah serta memperbanyak amalan kita. Mendukung hal tersebut, kami Yayasan Gerak Bareng mengajak para Sahabat untuk mengikuti “The Miraculous Night Journey” kajian dan sholat Tahajud bersama Gerak Bareng pada hari Senin, 28 Februari 2022 atau 27 Rajab 1443 H. Mari kita manfaatkan ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semua.

Silakan Sahabat klik link berikut untuk melakukan pendaftaran “The Miraculous Night Journey”: https://bit.ly/KajiandanTahajudGB