Bahagianya Menemukan Orang yang Tepat

Kemanusiaan, | 16 April 2020 11:27:26

(Cerita dari lapangan oleh Cindy Cyrillia)

Sabtu malam (11/4) itu, saya bersama suami Muhammad Luthfi Zawawi diberi amanah untuk mendistribusikan nasi kebuli bagi para pejuang malam di lingkungan kami. Cukup lama kami berkeliling hingga kami bertemu dengan orang yang tepat.

Seorang ibu tua sedang duduk sendirian di tepi jalan besar. Tampak di samping karung besar menemaninya. Tatapan si ibu kosong melihat lalu lalang kendaraan di depannya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam itu.

"Assalamu‘alaykum," sapa kami sambil berjalan ke arahnya.

"Ibuu, kok belum pulang?" tanya saya lagi.

"Iya belum Neng," jawabnya.

Si ibu tua duduk membelakangi sebuah bangunan megah. Kontrakannya ternyata tepat berada di belakang bangunan itu. Langsung teringat oleh saya jalan tikus yang ujungnya adalah deretan gubuk reot, dekat dengan tanah lapang. Mungkin si ibu tinggal di salah satu gubuk itu.

"Kok Ibu masih cari rongsokan? Bukannya tukang rongsoknya tutup?" tanya saya.

Ya, banyak tempat pengepul tutup karena wabah corona ini. Dugaan saya benar. Si ibu mencicil mulung botol bekas agar saat tempat rongsok sudah buka nanti, beliau bisa menyetorkan hasil pengumpulannya.

Saya tak tahu malam itu apakah dia sudah makan apa belum. Saya pun lantas menyodorkan nasi kebuli hangat, sekadar penghapus lelahnya. Tak apa jika si ibu tua sudah kenyang. Besok bisa ia hangatkan untuk sarapan. Agar kuat kakinya kembali melangkah, mengupayakan rupiah demi rupiah.

Barakallahufiikum Teman-teman yang sudah patungan donasi nasi kebuli Bang Jek. Banyak kidung doa berpilin malam tadi untuk kalian